SURGA YANG TERHINA

Derai air mata  mengoreskan luka
Pada mulut mengaung
Merobek rasa remuk  asa
Goncangan raga menusuk darah amarah

Luput lupa pada masa
Dimana antara dan hina
Tercipta begitu saja
Lewat kata  nyata

Derai air mata berbisik ditelinga
Hingga raga meresap
Amuk darah menggumpal
Tak dapat berlebur
Karna panas terus bergejolak

Surga dihina
Tak bisa terlupa
Pada roda pasti berputar
Kelak masanya tiba     
                                               
Teater  AiR Jambi,  06 februari 2011   
(Tragedi Ibu)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Heri Perajin Knalpot di Batam

Mujiantun, Pemilik Usaha Snack Kenji Batam

Veronika Atlet Karate Wanita Usia 15 Tahun