TUK EMBOK

Embok
Malam semakin larut
Dingin  menggigil   
Tubuh terasa kaku nan bisu

Tepisan angin mungil menyapa
Menerpa tawa canda
Mengisahkan asa rasa
Pada peristiwa pulau dewata

Erat genggam tawa dan canda
Telah terusir dalam jiwa
Pada sosok wanita dewata

Kini tiupan angin setia dalam langkah
Air mata adalah peristiwa
Bukti rindu dan setia
Pada masa kan bersua pula    
                       
Teater  AiR Jambi, 14 februari 2011 Bali
(Kerinduan pada embok bali I Made Suari)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Heri Perajin Knalpot di Batam

Mujiantun, Pemilik Usaha Snack Kenji Batam

Veronika Atlet Karate Wanita Usia 15 Tahun