REMBULAN SUMUR TUA
Sumur tua di gunung raya
Gubuk zikir
nyaring berkumandang
Di
atas sajadah dendang suci terucap yaring
Menyelimuti kabut pekat, malam pun
kian senyap
Sumur tua,
Sendiri di gubuk tua
Membaca ayat-ayat cinta
Sumur tua,
sederhana
Rindu pada pucuk bulan
Terus meneteskan air mata
Terbujur kaku tiada daya dan
upaya
Lepas rindu sumur tua,
Di
atas sajadah zikir terus nyariang
berkomandang
Di sudut-sudut kesunyian malam
Sumaur tua, takberhenti berdoa
Rembulan rela memangku cahaya bulan
Meski kejauhan cahaya
Sumur tua,
setia dan cinta rembulan
dalam sakral yang telah di kepal suci
Teater AiR
Jambi, 07 Mai 2011
Komentar
Posting Komentar