Perahu Jong Pengikat Tali Kekeluargaan Melayu



Warga Kapung Tua Tanjunggundap, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung,  mengelar kegitan lomba Perahu Jong, Jumat (24/7). Kegitan tersebut merupakn bentuk pelestarian kebudaan melayu dan juga melalaui kegiatan tersebut guna mengikat tali siraturahmi antar sesama warga melayu di Kota Batam.

Jumat (24/7) sekitar pukul 10.00 WIB Pagi, tidak terasa saya sudah berada di  di tengah keramaian warga sedang asik menyaksikan perlombaan Pelaru Jong yang digelar oleh Kelurahan Tanjunggundap.

Kampung melayu Tanjunggundap, sebuah kampung terpencil yang letaknya di pingir bibir pantai, dengan jarak tempuh dari jalan raya Trans Barelang sepanjang tiga kilo meter perjalanan menuju kampung tersebut, sebelumnya kita melintasi jalan tanah berlobang dan juga sebagain berbecek. 

Saat kedatangan saya, disambut oleh petinggi kampung seperti Lurah, RW, RT, dan tokoh masyarakat setempat, yang seru menyaksikan perlombaan telah berlangsung sejak pagi pukul 08.00 WIB.


Meski sedikit terlambat, saya pun mencoba mengahampiri warga, seraya ikut ber sorak-sorakan "Ayo Jong laju trus,"  tepat di pingir panatai berbatasan dengan rumah panggung milik warga.


Lurah Tembesi Siarman, saat dijumpai dilokasi acara mengatakan, melalui kegiatan ini kita bisa menjalin silaturahmi antar sesama dan juga terus berupaya melestarikan  kebudayaan Jong.

"Kita juga melakukan acara halal bihalal, sekaligus peresemian PLN yang baru masuk di kampung tua ini," beber Siarman.

Siarman mengatakan,  Selaku generasi bangsa, kita wajib ikut serta melestarikan kebudayaan bangsa.

"Melaui kegiatan ini pelestarian kebudayaan terus terjaga," imbuh Siarman.

Sementara itu, Mur Salim, 40, Ketua RT 01 selaku panitian acara mengatakan, untuk Peserta dalam perlombana  yang berlangsung, sebanayak 240 orang peserta kita libatkan yang terdiri dari kalangan terutama dari tuan rumah sendiri, yaitu Kampung Tua Tanjunggundap, Kelurahan Tembesi Kecamatan Sagulung, Pulau Panajang Barat Kecamatan Bulang Kelurahan Setokok, Pulau Akar Kelurahan Setokok, Pulau Air Kelurahan Batu Legong Kecamatan Bulang, Pulau Seraya Kelurahan Batu Legong Kecamatan Bulang, Pulau Temoyong Kelurahan Temoyong Kecamatan Bulang, Selat Nenek Kelurhan Temoyong kecamatan Bulang, Pulau Labun Kelurahan Batu Legong Kecamatan Bulang.

"Sedangkan untuk pemenag, 1,2 dan 3 akan dikasih uang pembina," ujar  Mur Salim.

Untuk jarak tempuh atau jarak perlombaan Perahu Jong sepanjang 120 meter antara star dengan garis finis menggunakan sistem gugur.

"Satu kali tanding kita lepas 10 perahu Jong dan kita mabil 1-4 pemenang, nanti akan diadu kembali denga pemenang yang lain," pungkas  Mur Salim.

Amir, 40, selaku Tokoh Masyarakat di Tanjunggundap saat dijumpai, ia memberikan penegtahuan kepada saya menceritakan apa itu Jong dan bagai mana cara pembuatannya. 

"Jong merupakan tradisi orang Melayu di daedrah bagian pinggir  pantai," terang Amir kepada Batam Pos.

Amir mengatakan, Jong yang merupakan terdis Melayu diselengarakan disetip ada peringatan hari besar, seperti perayaan  Idul Firti  dam acara 17 Agustusan. 

Sedangkan, kata Amir, untuk menghasilakan Jong yang berkualitas bagus, kita butuhkan orang yang mencintai seni dan tak luput dari orang yang telaten terhadap pekerjaan itu.

Pertaman pembuatn dasar Jong terlebih dahulu, harus memilih bahan berupa kayu. Kayu dipilih secara kusus tidak sebarangan, yaitu kayu Pulai, pemilihan kayu puli dinilai ringan dari kayu yang lain. diatas permukaan kayu dasar Jong di lubangi seperti perahu tetapi ditutupi triplek atau sejenis kayu lainya.

"Pemilihan kayu yang ringan, supaya ketika Jong nantinya bisa lancar berlayar diatas permukaan air," ujar Amir.

Kedua pemilihan kain untuk layar, kain untuk layar yang dipih pun tidak sebarangan berjenis parasut di beli dari Singapur, kalau selain kain berdasar parasut biasanya  berat dan mudah menyerap air.

Ketiga, kata Amir, kita siapkan benang jahit untuk merajut layar kepada tiang, sehingga jong memiliki layar. 

"Tak lupa dipasang pancang tengah duluan ntuk layar," terang Amir.

Sementara untuk ukuran Jong berbeda ada yang besar dengan panjang hingga 1,80 meter sedang  untuk ukuran  yang kecil hanaya 1,2. merupakan ukuran standar Jong.


"Agar jong bisa berimbang ketika berad di permukaan air, tak lupa Jong  dipasang kayu katir. kayu Katir terbuat dari kayu seraya dan baru," tungkas Amir.

Untuk menghasil kanm Perahu Jong yang berkualist bahan seperti kayu Perahu Jong di keringin terlebih dahulu sapai satu bulan agar ringan.

Agar Jong menjadi menarik, pemilik pun memeberikan warna yang berbeda-beda sesui keinginan dan selera hati.

Peraahu Jong memili keunikan tersendiri dari permainan tradisonal lainya, sisitim perlombaan Jong tersbut diatur oleh mata angin, kalau mata agin berubah star dan finis pun kerab berubah-ubag. ****

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Heri Perajin Knalpot di Batam

Mujiantun, Pemilik Usaha Snack Kenji Batam

Veronika Atlet Karate Wanita Usia 15 Tahun