Postingan

SUMPAH NEGERIKU

Gambar
Atas nama bangsa tertoreh kemerdekaan Kemudian sebuah ikrar pun terucap Menjadikan sebuah tonggak sejarah negeri Satu ikrar, suatu kristal,  sebuah semangat juang Cita-cita bangsa mampu terwujud Akan ada tanah air Indonesia bangsa Indonesia dan tumpah darah Indonesia Dan kami putera puteri Indonesia d engan seksama mengucapkan sumpah setia yang sucu “Kami poetra dan paetri Indonesia mengakoe bertoempahdarah jang satoe tanah air Indonesia kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia kami poetra dan petri Indonesia, menjoenjoeng bahasa persatuan, bahasa Indonesia“ Tertanda  Djakarta, 28 Oktober 1928.   Subuah semangat terpancar suci, terdengar nyaring sampai kepelosok negri, bahkan kenegara-negara sekalipun. Terlahir dari lubuk hati sanubari terdalam Kibarkan sebuah bendera kemerdekaan kemenagan bangsa Agar mereka tau bangsa yang telah dijajah  ratusan tahun, kini mampu bangkit dan angkas sejanta,...

DEMI BANGSA INDONESIA

Gambar
Pada mu negeri jua aku mengabdi Diatas 34 penjuru nusantara aku bersujud Berjuang, merdeka hidup atu mati Patah tumbuh hilang kian pula berganti Kemerdekaan takkan lekang begitu saja Meski tubuh kau koyak moyak Inilah kemerdekaan Negri yang tumbuh berjuta jiwa Beragam corak  kian beriak-riank Beragam suku, budaya, agama, adat,  maupun  istiadat  Dalam lamunan isyarat Aku menagis kala hujan lebat Meneteskan airmata darah Mengenggam sebuah harapan Dikepal tangan merdeka Terus ku ucap merdeka, merdeka, merdeka, hidup atau mati Demi masa dan demi mu ibu pertiwi, dan meski tumpah darahku tak terhirau bagi ku Tak pula gentar menerjang, angkat senjata dan tak pula ragu mengais harap Meski labuh dipangkuan jua ,Tak sedikit pun goyang Aku harus merdeka diatas bumi negeri ini dan tumbuh bersatu padu dan tak pula cerai berai. Merdeka, merdeka hidup atau pun mati Bumi ku pertiwi, kucurahkan untuk kelak anak cucu penerus bangsa. ...

SENYUM SERIBU MAKNA

Gambar
Senyum seribu makna, kau terindah pagi ini mungkin sangat berarti ketika kau labuhkan senyum dianta bias jinga sang surya, kau terkagum, dalam lembut jemari mu kau semai semangat rindu pada sebuah bingkai nadi. Tercatat lah sebuah keindahan diantara lesung dikedua pipi, tampak menarik ketika ia membentuk pola seperti menarik melambaikan tangan kepada kehadiran insan. Rebutlah suatu kedamin, rangkul dan belai dengan kasih sayang, karna hari kau jadikan berarti dengan sapa senyum teruntai tulus serta iklas terpancar jelas diseraut muka yang amat dalam.   Batam, 11/09/14. Imaji  D. Gulthom.

OMPONG

Gambar
Ompong Kosong,botol Bingung ,tak ada seraut wajah  Apakah arti tak tertanda itu? Bisu juga Tak memerah-merah juga Air muka tubuh linu Ompong Kosong,botol Mana mungkin terbilang, mana mungkin terbaca? Dimana  kau simpan tanda-tanda Begitu rapat kau pegang erat Hingga tak satupun ada yang tahu Kecuali tuhan Kau ompon Kosong,botol Dasar tikus berdasi Batam, 27 September 2014

AKU BERHARAP SERIBU TAHUN LALU

Aku hadir berjuta-juta tahun Aku mulai letih berkoar-koar seribu jaman lalu Seribu jalan ku cari hingga menbongkah tanah gersang Tak satu jua yang peduli Semua tampak rampung, hening diam bagai patung Sedangkan aku adalan sisa-sisa dari mereka yang terbuang Mereka telah buta, diaduk oleh kimilau zaman berpesta poraria Sadarkah mereka menciptakan mala petaka disekeliling mereka sendiri Beberapa peringatan sering melanda, mereka jua tidak peduli. Tapi pada hikayatnya aku lah penyebabnya Masih jua tak ada yang peduli Hingga sampai akhirnya Aku masih berupaya merangkul dahi-dahi kering Waja-wajah yang lusuh di balut peluh di pingir pojok-pojok kota Aku sampah bercecer digaris jalan merdeka Tak ada satu kata yang mampu terucap dan tak jua sampai menyapu harap Hingga aku hening meniti sebuah harapan, sapai padanya jualah sebuah kindahan yang nyata.. Batam, 18 Juni 2014

DENDAM

Gambar
Menatap wajah bergeming air mata Pada luka tak pernah sirna Ia merebak diantara dendam Menatap bagi musuh Melawan bagai busur Menancap bagai tombak Menebas empas, bagai golok Menusuk bagai perigi Menetak badai Menerjang ombak Ia perkasa, tak satu pun terluka Ia tak jatuh Ia belari Ia rindu Ia tak malu Ia haus Akan darah dihisap habis Batam, 19 Mei 2014

PENGHUJUNG PERSIMPANGAN

Gambar
Persimpangan jalan hendak diseberagi Keraguan gelisah dalam diri Di persimpangan terhenti Memikirkan mana akan disebrangi Persimpangan  jua kaki tak mampu memberikan isyarat, atau pun janji Persimpangan jua tak memberikan tanda maupun simbol Hingga memberikan kebimbangan Persimpangan menghentikan jejak langkah bujuk rayu nan bisu Persimpangan terhenti hening memikirkan jalan hendak disebrangi Persimpangan bergetar sukma Menggoyah iman menebas empas membelah tubuh Mengupas kulit-kulit rebah  jatuh ketanah Persimpangan langkah terhenti tak berujung sebuah penantian Dalam batas angan Impian yang tertunda                Kerinci,  23 Desember 2013

PETANG

Gambar
Dikala petang, awan bermurung berbias jingga Matahari mulai perlahan terbenam  Terang terendam gelap, sayap-sayap elang patah diterjang kelam. Daun-daun kian berguguran, ranting-ranting kian patah, batang pun rapung kemudian tumbang dimakan zaman. Dikala petang datang Barisan kian dirapatkan menuntun kehusuk  Kesucian pertaubatan keridoan Ke Esaan, dibalik petang merah jingga penantian kian pasrah  Batam,  April 2014

WANITA KU

Gambar
Paras wajah nan ayu, wanita ku Kau telah mampu berdiri tegap, tak satupun badai yang dapat menerjang menghalang Kau kokoh seperti pohon jati yang besar Ayo terus lah berjuang seperti raden ajeng kartini Kibarkan bendera kemenangan mu Tunjukan kepada duni bahwa kau mampu Bahwa kau punya semangat hidup yang berkobar-kobar Untuk melahirkan jiwa yang bersih Meski kau pernah merasakan pedih perih Luka yang menganga Sakit yang meronta Kau bangkit, terlahir kembali kedunia untuk kedua kalinya  wajar baru berbinar-binar sutra  Kau  ya, kau yang jauh disan ya kau, kau mampu merapihkan benang seketika kusut juga mapu membersihkan jiwa ditengan kemelut hingar bingar dunia Ketika terang direndap gelap kau kuat Seribu satu yang mampu bangkit dari ribuan, malah jutaan manusia yang ada  Kau, kau yang masih terkasih terpilih dari yang lain oleh NYA Batam, 30 April 2014 (R. meretas)

SEPUCUK SURAT

Gambar
Dari Raden Ajeng Kartini   Haaa Haaa Dari gelap terbitlah terang 27 April 2014