Postingan

BIMA MENANGIS

Sekilas terlihat saudara ku Menjerit kesakitan Bima menagis dipangkuan Ibu Melihat tanah berubah warna Awan merah merona, cerah tapi murung gugup Terdengar jauh disana saudaraku menyapa tangis perih kesakitan Bima terluka menahan perih kesakitan diantara puingpuing pertikain Kian tak pernah padam amarah Bima kesakitan, terluka dipangkuan ibu Ibu menangis melihat bima menangis Bima berhentilah menangis Ibu bisa menagis Jangan taburkan mahligai ditubuh mu bima Usap kedamain dalam hati mu bima Usir kelam dalam jiwamu  Tajam luka menyengsara Sulit dijamah jiwa lembut ibu Terbujur kaku, langkah ibu dipangkuan bima Mengusik kedamain ibu Bima hentikan tagis mu Simpan untuk ibu Cari wujut putih dalam kelam Satukan damai dipundak Mu bima Agar dunia tahu hidup adalah kedamayan yang indah Teatre AiR Jambi, 08 Januari 2012. Jam 23:55WIB

PETA TANDA TANAH

Sangketa membuat babibuta Harkat martabat tak menjadi nilai  utuh dimata mereka Memporakporanda Tangan mulai membelah Darah kian dihirup tanah Terdengar  jeritan tagis disudut sana Menjadi nyayian rintihan anak cucu mereka Tidak jadi hal tanah diperebutkan Tidak  jadi hal  nyawa balas  nyawa Tidak  jadi hal tagis diabaikan Tidak jadihal rupa darah diganti dengan darah Tragedi darah melumat tanah Sangketa ditoreh tanda darah Sesat isarat buta  membabi buta Mereka membelah mata Melumat sangketa, peta tanda tanah Memporak poranda tanah dengah darah Sungai air mata Suara menjadi nyayian pilu merintih kesakitan Mengema dari keujung dunia Sepanjang anak cucu mereka Ditoreh pada bima Teatre AiR Jambi, 08 Januari 2012. Taman Budaya Jambi . Jam 14:00 WIB Perebutan kekuasan tanah di Bima

PERSEMBUNYIAN CANDI

Angin menderu menyapu debu Wajah tampak sedikit beda Kebisuan telah lama terkubur Kini ngucap sejarah Petuah yang belum sempat dibaca Pada kata terukir di bata Peradaban masa lampau Mengukir tirai negri Provinci Jambi yang masih digali Mencari wajah yang masih tersembunyi Diantara barisan tanah Kubur tak ada nisan Oleh leluhur belum sempat Meberi tanda-tanda                                                      Teater AiR Jambi, 21 November 2011 (Batu Pelangi ) sudah terbit       

CANDI MATI SYURI

Kau terus meronta mengadu Dalam  pusar bumi Napas sesak Hujan begitu rumit terkumpul Sinar mentari tak bisa menembus bumi Apa yang kau rasakan seperti dulu Kau terus menghantui jiwa-jiwa lembut leluhur Membujuk Mengusap bumi Kini kau mampu mengoyak bumi Meski tubuh mu tidak begitu utuh Kau mampu bangkit Adakah cerita yang bisa kau gembar gemborkan Adakah kau bisa membuat damai hidup diantara Berbagai perbedaan Apa yang bisa kau tawarkan pada masakini Suadah kah kau membaca celahcelah Sehingga kau mampu membujuk mengoyak bumi Lahir  ke dua pada zaman yang berbeda Kau mampu bangkit berikan lah keindahan Diantara perbeadaan                                                      Teater Air Jam...

RINDU IBU

Sembilan bulan aku dalam rahim mu Terlahir dengan sempurna ke dunia sampai saat ini aku berdiri tegap Rindu ku masa kecil bersama Dalam bu ai n  pangkuan hangat Masih ku ingat Terasa betapa kasih sayang tercurah Kini aku masih merindukan belayan itu Beta pa besar kepedulian serta jasa mu  Tidak ada harta yang bernilai Tidak ada cinta terbalaskan Tidak ada kasih seperti sayang mu Meski ta n gis  tak dapat membayarnya  Untuk mu hanya doa sepanjan g tercurah sepanjang hayat Kerindua n hanya bisa kurangkul dalam mimpi Kini aku jauh tak bersama Tahun demi tahun tak dapat berbe n dung linangan air mata jatuh berlinang  rindu  Aku harus membuat mu bangga  Mengejar mimpi menjadi kan nya ta   Dalam pelukan hangat masih terasa hinga sepanjang hayat Kerinci, Diperbaharui, Batam 06/8/15.  

SALAM PERPISAHAN

S alam perpisahan S alam jabat tangan S epanjang garis kerinduan T angis air mata tak dapat terhenti begitu saja H ari-hari kita telah mengukir sejarah panjang D i tempat ini kau banyak memberi arti T awa canda duka mau pun peristiwa sekali pun k au rangkul menjadi satu S atu kenangan yang tak bisa terlupakan begitu saja S alam perpisahan T erharu terucap dalam badan P erjuangan belum usai sampai disini T eruslah raih cita-cita setinggi langit menjulang S enan tiasa doa kami mengiringi D alam jejak langkah hidup B iarkan kerinduan kami menjadi ukiran di tempat ini K an kami bingkai peristiwa dalam sejarah panjang hidup abadi S alam perpisahan T ak terhenti tangis mengiringi kepergian K usadari setiap pertemuan akir perpisahan perpisahan Teater AiR Jambi. Tebo, 04 Juli 2011     (KKN UNJA )

MELINTASI SUNGAI MUARA TABIR

Mengalir deras sungai muara t abir Pasang lepas pinggir-pingir bibir Anak tali papan kokoh pasang Diatas sungai tepian tali dan kayu mencuci dahaga Jamban sabun dan sagu Sapa tabir sungai muara tabir Dari hilir kehulu Seraya terdengar tawa  anak kecil main perahu Ada tawa  warna kaca Terendap purba lalu Jeritan pekik dalam air Kokoh terkepal tangan usang Tak sampai keperaduan muka baru Tersesat dalam rimba Dan tak merasa tangan Tangan -tanagan tongkang keruk d i dasar Mer o goh reruntuhan tebing muara Kini muara meneteskan luka Dan tangis air mata Meningalkan cerita  tawa pusaka lama Muara yang pernah terpesona                                          Teater  AiR Jambi, 25 juni 2011 ( KKN UNJA Tebo Tambun Arang Jambi)   ...

KU UTANG

Kuutangkuutang Kuutangkuutang Kuutan g kuutang Kuutangkuutang B erjejer dikota K uutang kutang B erserak dijalan kota dan desa M anusia suka kuutang K uutang karna lubang B erserakan dipinggir kali K ali batang hari S endiri tak cukup A palagi sudah punya lubang P asti larinya kuutang S elembar kuutang K uberi kuutang selembar H idu p kuutang T a n pa kuutang hidup binasa T erpaksa kuutang H idup p oya dan leha Cuma bisa kuutang Gali dan tutup lobang Itu aku kuutang                                                                            Teater AiR Jambi, 08 Mai 2011

KUTE MATA BUTA

D ua puluh empat mata terjaga B entuk berbeda -beda warna M engotori bibir -bibir pantai G elombang ombak hitam menerjang bibir-bibir pantai P asir-pasir kian berdosa Sebagai s aksi atas sensasi bulat M ata telanjang , birahi pun menjadi-jadi G edung kutang megah R aja berkelahi dengan amarah S ketsa contoh onani P ara jejaka muda M enjajaki puncak tinggi R ebut wajah kulit ari B idadari , telanjan g bulat mata M ata buta tampak bayang K uasa kute kotoran sampah E mber pecah panorama senja bulat D ua puluh empat mata jejaka merayap M eraih sayap puncak ujung mata M elebur menjadi dosa                                         T eater AiR Jambi, Kute 14 fepruari 201 1   (pengalaman di kute/bali)

REMBULAN SUMUR TUA

S umur   tua di gunung raya G ubuk zikir nyaring berkumandang D i atas sajadah dendang suci ter ucap yaring M enyelimut i kabut pekat , malam pun kian senyap S umur tua , S endiri di gubuk tua M embaca ayat-ayat cinta S umur tua , sederhana R indu pada pucuk bulan Terus meneteskan air mata Terbujur kaku t iada daya dan upaya L epas rindu sumur tua , D i atas sajadah zikir terus nyariang berkomandang   Di sudut-sudut kesunyian malam Sumaur tua, takberhenti ber doa   R embulan rela mema ngku cahaya bulan Me ski kejauhan cahaya S umur tua , s etia dan cinta rembulan dalam sakral yang telah di kepal suci               Teater AiR Jambi, 07 Mai 2011