Postingan

ERA DIGITAK

 ERA DIGITAK  Musim sudah berganti Kini takseperti dulu lagi Di lahan ladang lapang Tiada lagi anak bermain gasing Riuhnya bungkam dicekik kekejian zaman  Semua sudah berubah sekarang  Gawai-gawai merenggup keriangan  Disudut-sudut kota anak-anak bertengger Piawai jari menari menjelajah dunia imaji Di era digital ini, semua ada  Tapi mereka sering lalai  Terpaku pada dunia mereka tanpa peduli orang sekeliling  Anak-anak dirasuki dipengaruhi  Terpuruk dalam dunia sendiri   Terjerembab dalam kehidupan kekinian Yang tiada berarti Ayah dan Ibu mari bersama  Menjaga anak-anak kita Membimbing agar tidak salah melangkah Demi negeri agar cerah dikemudian hari***

MENGHILANG BERSAMA BAYANG

Malam bermukim di pangkuan jiwa Hati merana resah  Kesepian datang berlabuh   Di hidupku kasih menunggu Kini telah kupatahkan rasa Bersama gemercik air dan angin Waktu menuggu lusuh Kaumenghilang bersama bayang Menelusuri pijar-pijar harap Jambi, 2022

HINA

 HINA Mengarungi samudera  Membelah ombak Berhenti di pulau pulau tua Tuhan masih adakah cinta untukku Setelah sekian lama aku menjauh  Taktahu entah dimana rimbanya Tuhan hamba hina  Izinkan aku kembali mendekapMu Dalam balutan dosa sesal yang harus aku pertangung jawabkan Jambi, 2022

KEMERDEKAAN INI

KEMERDEKAAN INI Kemerdekaan ini diperloleh dari semangat yang gigih Menembus batas nalar Mengoyak kegelisahan waktu Kisah takbegitu saja terhenti  Setelah sekian lama mengarungi telaga air mata  Dengan luka menganga  Terhimpit dari rasa kesedihan atas penindasan dan penganiayaan  Kebebasan kini dinikmati dari segala penjuru Jambi, 21 Februari 2022

KEMENANGAN

 KEMENANGAN Begitu garang semangat Saat kaukongkang senjata sampai jemari kaku Tubuh berlumur darah merah merona  Takgentar kaulawan musuh Sepucuk senjata dipanggul Bersama semangat kautanam harap Berapa pelor sudah kaumuntahkan kedada lawan Untuk perjuangan kemerdekaan  Hingga penghujung pengabdian tunai sudah Kauhantarkan kemenangan   Sampai titik penghabisan  Tertoreh kenangan Hingga anak cucu  Harum semerbak  Mengghiasi negeri  Jambi, 21 Februari 2022

KITA BERSAMA

  KITA BERSAMA “Selamat ulang tahun istriku” Waktu terus bergulir  Begitu banyak musim dilewati  Berjuta kilo meter jalan dilalui  Kita takboleh lelah sampai sejauh ini  Harus berpegang erat  Rintangan harus dilewati  Masih banyak yang menanti Harus kuat dengan segala persoalan  Sampai mulut takberucap  Tangan takmenggenggam  Kaki taksanggup melangkah  Kita bersama  Biar air  mata terus mengalir menghapus penat Biar sampai iklas  Kita berjalan terus terus tanpa henti  Menyusuri mimpi masih dipahat angan  Kita harus bersama  Berpegang erat  Semangat takpupus  Menggapainya Jambi, 13 Oktober 2022

BERTEMU KEMBALI

  BERTEMU KEMBALI  : Habibie-Ainun Dalam rupa cinta  Kasih bersemai dalam jiwa Abadi sepanjang hayat  Hingga maut memisahkan  Kausudah lama menanti  Ingin bertemu dengannya  Dalam balutan waktu renta Menepi pada janji cinta suci  Di pangkuan kasih  Cinta tumbuh mekar indah  Jadi teladan anak negeri  Harum sepanjang hayat  Kaubersua kembali  Setelah membujuk waktu  Sampai juga padanya  Di Al-Jannah bersama membingkai kembali kenangan Di pusara cinta kembang mawar melati harum Nisan menyatu jadi satu Utuh takbisa pisah selama bersamanya Jambi, 08 Oktober 2022

MATA LUKA

  MATA LUKA Ahmad Yani Mata penuh luka  Siapa punya? Merah merona  Bercerita tentang duka  Kosong melolong  Mata sayup berpijar  Siapa dia? Ribu cerita tersedak Takdapat dimuntahkan  Engan musnah  Nanar dalam ingatan  Mata kasih  Siapa jatuh cinta? merana takberdaya Ditinggal lama  Putus asa Mata tajam  Siapa sangka? Banyak memandang Duka lara Mata-mata  Siapa buta? Pejamkan saja Nanti bisa celaka  Jambi, 23 September 2022

KUKENAL KAU

  KUKENAL KAU Oleh : Ahmad Yani Di rumpun-rumpun kasih Pada teduh cahaya putih  Kukenal kaulewat sajak Mendekap di ruang jiwa Bersarang di ingatan  Ditimang-timang kasih  Antara putih dan merah Dilantun ayah ibu guru Sajakmu berdenyut dekap Menyusup senyap di telinga Kaumengetuk hatiku  Dalam nadi mengucap ingat  Sampai jauh masih pengap kaukukenang sejak dini Mengikat erat dalam sanubari Kuikat sajakmu bersamaku  Mengarungi dunia  Hingga hidup seribu tahuan lagi Jambi, 03 September 2022

MEMINTA

  MEMINTA Sepasang mata takpunyaku Melihat segala pinta Dua belah tangan meminta doa padaMu Disisip pada hening malam menadah pasrah  Diperaduan aku meminta segala resah dan syukur Dihapusnya dosa dosa berlumur lumpur Kusebut namaMu  Tuhan... Aku memohon ampun Segala lancang diperbuat Tindak dan khilaf  Rebah tubuh pada sujud Pasrah atas hendakMu  Pencipta alam semesta Penguasa bumi dan langit  Tuhan... Tiada kuasa atas izinMu Gerakku atasMu Jambi, 31 Agustus 2022 Antologi Madukoro Baru