Postingan

USAI KORONA

  USAI KORONA Mata hari pagi rampung menyusun teriknya Panasnya berpacu dengan tawa  Anak-anak berlari memasuk kegerbang  Anak mulai sekolah Toko dibuka Pedagang kelonton ramai pembeli Pedagang kaki lima gembira Jambi,     2022

BERTAHAN DARI KORONA

  BERTAHAN DARI KORONA  Pada masa pandemi ini Kita takbanyak berbuat apa Hanya mampu bertahan Dengan segala keterbatasan Ketidak berdayaan  Sudah cukup lama kita terpuruk  Menjerit tehimpit pada rasa ketakutan dibayangi oleh kematian Kita harus bangkit  Harus mengatur siasat Harus pintar berpikir  mencari berbagai cara  Masih ada harapan Kita harus meredam diri Menahan segala keinginan Yang bisa menghancurkan kita sendiri Sejenak kita menyendiri  Berteduh dari mala petaka  Sembari berdoa kepa Tuhan  Agar dibebaskan dari korona Jambi, ……. 2022

IBU

  IBU  Meski memendam rasa Ibu takpernah bercerita seberapa sakita diderita Seberapa kuat badai dihadapi Sedalam luka dirasakan Lika liku hidup Ia telan sendiri Kita hanya memandang senyum terselip di wajahnya Takditampaknya kegelisahan  Binar air mata tertahan kuat di pelipisnya Ibu adalah wanita terhebat Ia tegar  menghadapi segala persoalan  Mentalnya bagai baja  Mampu memikul segala permasalahan yang ada Selamat Hari Ibu untuk kedua orang tua dan ibu dari anakku.  Semoga di hari bahagia ini Ibu selalu diberikan kesehata  oleh Allah dan dipermudahkan segala urusannya. Amin Jambi.    2022

SISA

  SISA :Korona Kami yang tersisa  Diantara mereka terpilih  Takada lagi ruang persinggahan Udara terkontaminasi  Puing-puning  Kegembiraan tak dapat dikecup Senyum rapuh tak berdayaan Takdapat bangkin dari kebebasan  Terpenjara oleh ruang dan waktu  Dinding pertahanan telah diterobos Kau telah mencekam sunyi Berlabuh disetiap kota Jambi,    2022

SUNYI

  SUNYI :edisi korona  Dua tahun sudah berlalu Di balik jendela kusam, Aku masih saja menatap kursi dan meja kosong Papan tulis takada lagi ada coretan  Takada riuh dari mereka, semua hening sepi Sunyi menari dalam ruang berdebu itu Peristiwa ini sangat menyakitkan  Kehidupan lumpuh seketika Mereka hanya di rumah memandangi gawainya Menimba ilmu lewat jejaring sosial Semuanya terbatas takada kebebasan Peristiwa ini jadi kenangan berat bagi mereka  Akan dikenang sepanjang hayat 

AKAN SELALU DIKENANG

  AKAN SELALU DIKENANG Masih meresah pilu  Meneduh tangis sedih Melihat anak tanpa bapak, tiada ibu, kehilangan saudara Semua telah sirna tiada asa Hening Jambi, 2021 

TUBUHKU TUBUHMU

  TUBUHKU TUBUHMU Takusah lagi bersembunyi  Kita sama letih bermain disepanjang waktu Di dalam tubuhku ada tubuhmu Di tubuhmu masuk ketubuhku    Kita sama menyatu Kaujadi aku  Dalam darah mengalir Mati aku matikau Kita sama nyawa Mati sama-sama Jambi, 03 Desember 2021

KORONA

  KORONA    Bukankah kita sudah berjanji  Takada lagi mengganggu satu sama lain  Mengapa masih saja kau ambil mereka  Kau simpan birahi dalam tubuhmu  Kautumbuh sebagai pemangsa Memporak-porandakan isi dunia  Rumah-rumah kau singgahi  Kota desa kau datangi Kami sudah terkepung  Takbisa bergerak keman-mana Kau buat mayat dimana-mana pengangguran dimana-mana  Semua kelaparan  Anak tanpa ibu bapak Kehilangan sanak saudara Kau renggup semuanya  Takada lagi kota yang bisa kami singgahi Jambi, ‘……. 2021

KITA HARUS BANGKIT

  KITA HARUS BANGKIT :melawan korona   Sudah cukuplah, berhenti merenggut nyawa orang tidak berdosa  Kami sudah lelah menyerah  Kami harus berjuang  Bangkit dari keterpurukan Kita harus bicara Berhadapat empat mata Dengan kepala dingin Tanpa emosi Agar takada lagi gejolak antara kita  Kami sudah muak  Kami sudah lama terasing  Terkurung dari rasa ketakutan Berhenti berjabat tangan takut merangkul  Dibatasi oleh jarak yang tidak kami inginkan  Kami minta kebebasan  Tanpa ada persyaratan  Biar takada lagi rasa takut dan gundah gulana Mari kita berdampingan dengan tidak mengganggu satu sama lain pada tatanan hudup yang baru Jambi, 30 November 2021

PEJUNG NEGERI

  PEJUNG NEGERI Matahari bersinar terang Burung-burung berkicau  Langit biru berawan riang Tanah gembur dan subur  Syukur kami pahlawan negeri Sepucuk Jambi sembilan lurah  Negeri abadi damai sejati  Jasamu selalu terkenang  Pahlawan pejuang negeri  Tempat kami bertopang diri  Dari segalah risau hati Perjuangan telah kami nikmati Kami penerus negeri  Akan selalu berbakti  Untuk negeri  Dan harga diri  28 Agustus 2019